Ada 3 hal yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan LungBoost
1.Resimen pengobatan untuk setiap kondisi spesifik:
Berdasarkan rekomendasi dari Departemen Kesehatan Indonesia, individu berusia di atas 37 tahun yang mengalami gejala terkait paru-paru seperti sesak napas, batuk kronis, batuk berdahak, mengorok (mengi) atau dada terasa sesak, nyeri dada saat menarik napas dalam-dalam, sakit kepala, demam ringan, kelelahan, kehilangan nafsu makan, keringat malam berlebih, dan penurunan berat badan yang drastis harus mengikuti resimen pengobatan minimal 3 hingga 5 kaleng, diminum dua kali sehari setelah makan. Untuk mereka yang memiliki kondisi paru-paru kronis yang berlangsung lebih dari 4 bulan disertai sesak napas, direkomendasikan resimen 5 hingga 10 kaleng. Kepatuhan yang ketat terhadap resimen pengobatan yang tepat akan memastikan hasil yang tercepat dan terbaik.
2. LungBoost tidak dijual di apotek:
Lungboost dapat secara efektif mendukung kesehatan paru-paru hanya setelah satu rangkaian pengobatan yang sesuai. Ketika menggunakan 3-5 kaleng, produk ini meningkatkan fungsi pernapasan dan mengurangi risiko kondisi terkait lainnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Ini berarti individu tidak lagi memerlukan obat-obatan untuk kondisi tersebut. Oleh karena itu, apotek dan penjual obat-obatan ini akan terkena dampak langsung oleh hilangnya penjualan—sesuatu yang tidak diinginkan oleh apotek mana pun.
3.LungBoost diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas dan harus dipesan terlebih dahulu:
Sebagian karena produk ini mengandung konsentrasi tinggi Nano Curcumin, Lactoferrin, dan vitamin esensial A, B1, B9, B12, bersama dengan bahan-bahan langka, dikombinasikan dengan standar produksi Eropa yang ketat, jumlah yang diproduksi sangat terbatas. Alasan utama pendaftaran pesanan terlebih dahulu (pre-order) adalah untuk mencegah penipu dan pengecer mengeksploitasi produk dan menjualnya dengan harga yang dinaikkan.